Diduga Terbengkalai, Warga Soroti Transparansi Anggaran Proyek Irigasi dan Cekdam Pasca Galodo di Tanah Datar
Tanah Datar,BeritaSumbar.ID, – Proyek pembangunan irigasi dan cekdam pascabencana banjir bandang (galodo) 2024 di Kabupaten Tanah Datar
, Sumatera Barat, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, proyek yang diduga bernilai miliaran rupiah itu ditemukan dalam kondisi tidak berlanjut di lapangan dan menimbulkan pertanyaan terkait kejelasan pelaksanaan serta pengawasannya.
Berdasarkan pantauan di dua titik lokasi, yakni di Nagari Lima Kaum, Kecamatan Lima Kaum, dan Jorong Panti, Kecamatan Rambatan, aktivitas pengerjaan fisik tampak terhenti. Kondisi tersebut memicu keresahan warga yang berharap infrastruktur itu segera berfungsi untuk mendukung pemulihan pascabencana.
Temuan di lapangan juga menunjukkan tidak adanya papan informasi kegiatan proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, papan informasi merupakan bagian penting dari keterbukaan publik karena memuat data dasar proyek, seperti nama kegiatan, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana, dan waktu pekerjaan.
Ketiadaan informasi tersebut memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa proyek itu tidak berjalan secara transparan. Sejumlah warga bahkan menyebutnya sebagai “proyek siluman”, meski istilah tersebut masih sebatas penilaian warga dan belum dapat dipastikan secara resmi.
Saat dikonfirmasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Datar menyatakan proyek tersebut bukan berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.
Kepala Bidang PSDA PUPR Tanah Datar menyebut kegiatan itu merupakan proyek yang dikelola oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, di bawah Kementerian PUPR.
“Itu proyek dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V. Kami di dinas kabupaten tidak mengetahui detail pelaksanaannya,” ujar Kabid PSDA saat dikonfirmasi awak media.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang belum memberikan penjelasan resmi terkait kondisi proyek tersebut.
Upaya konfirmasi kepada Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo, ST, MT, melalui sambungan telepon WhatsApp dan pesan singkat pada Sabtu (7/3/2026) belum mendapat respons. Panggilan tidak diangkat, sementara pesan yang dikirim belum dibalas.
Ketidakjelasan kelanjutan proyek ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama terkait efektivitas penggunaan anggaran negara untuk penanganan infrastruktur pascabencana.
Warga berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka mengenai status proyek, sumber anggaran, progres pekerjaan, serta alasan terhentinya pembangunan. Mengingat fungsi irigasi dan cekdam sangat penting, keberadaan infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk mengurangi risiko kerusakan lanjutan dan mendukung aktivitas masyarakat.
Hingga kini, media ini masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak BWS Sumatera V maupun pihak pelaksana proyek agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang (tim)
