IDUL ADHA DI BALIK JERUJI, SARAT NILAI KEMANUSIAAN
Padang Panjang, BeritaSumbar.ID -- Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Rabu (27/05). Peringatan hari besar umat Islam tersebut diawali dengan pelaksanaan Sholat Idul Adha berjamaah yang diikuti oleh petugas serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di lingkungan rutan.
Pelaksanaan Sholat Id tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan kerohanian bagi warga binaan, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, keikhlasan, dan kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.
Usai pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di lapangan Rutan Padang Panjang. Pada Idul Adha tahun ini, Rutan Padang Panjang menyembelih satu ekor sapi dan dua ekor domba yang prosesnya melibatkan petugas bersama warga binaan.
Makna kurban yang dilaksanakan tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan ternak semata, tetapi juga menjadi simbol penyembelihan sifat-sifat buruk dalam diri manusia seperti kesombongan, keegoisan, dan ketamakan. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam suasana kebersamaan yang terbangun selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Kebersamaan antara petugas dan warga binaan semakin terasa setelah proses penyembelihan selesai. Mereka bersama-sama membersihkan, memotong, hingga memasak daging kurban untuk kemudian dinikmati dalam tradisi “Makan Bajamba”.
Makan Bajamba merupakan tradisi makan bersama khas Minangkabau yang dilakukan dengan duduk melingkar dan menikmati hidangan secara bersama-sama. Tradisi ini mengandung filosofi “duduak samo randah, tagak samo tinggi”, yang bermakna seluruh orang memiliki kedudukan yang sama tanpa memandang status maupun latar belakang.
Nilai-nilai tersebut tampak nyata dalam suasana di Rutan Padang Panjang, ketika sekat antara petugas dan warga binaan melebur dalam nuansa kekeluargaan dan kebersamaan. Momentum Idul Adha dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan emosional sekaligus membangun lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis.
Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Novri Abbas, turut terjun langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari proses penyembelihan hewan kurban, pemotongan daging, memasak hingga penataan hidangan di aula rutan.
“Kita ingin warga binaan juga merasakan suasana Idul Adha sebagaimana masyarakat di luar. Dengan kegiatan makan bajamba ini, kami berharap silaturahmi antara petugas dan warga binaan semakin erat sehingga tercipta lingkungan rutan yang humanis, aman, dan tertib,” ujar Novri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dewi Novyenti, S.H., M.H., selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Rutan Padang Panjang. Dewi yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat dan Wilayah Kerja Riau tampak berbaur bersama petugas dan warga binaan dalam rangkaian kegiatan Idul Adha yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Dewi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan suasana rutan yang humanis dan sarat dengan nilai kekeluargaan. Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar selalu bekerja dengan hati serta mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis terhadap warga binaan.
“Warga binaan juga memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari petugas. Jika ada tindakan kekerasan terhadap warga binaan, silakan laporkan kepada Kantor Wilayah HAM Sumatera Barat,” tegas Dewi yang disambut tepuk tangan meriah dari warga binaan.
Melalui rangkaian kegiatan Idul Adha tersebut, Rutan Padang Panjang berharap terciptanya hubungan yang semakin harmonis antara petugas dan warga binaan, sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang humanis, aman, dan tertib. (RO)
