HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Resmikan Pustaka Tani sebagai Pusat Arsip Pengetahuan Lokal dan Literasi Digital

 



Agam, BeritaSumbar.ID — Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) melaksanakan kegiatan Diseminasi dan Peresmian Pustaka Tani di Nagari Kamang Tangah Anam Suku, Kecamatan Magek, Kabupaten Agam. Mengusung tema “Arsip Pengetahuan Lokal dan Literasi Digital sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Komunitas”, kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Program Tera Siantek, Semesta, yang berada di bawah Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kemendikti Saintek.

Program hibah kompetisi dari Kemendikti Saintek tersebut berfokus pada pengembangan sains yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. Ketua Program, Nursamsi, SP., M.Si, menjelaskan bahwa tim melakukan identifikasi dan penelusuran berbagai praktik sains yang berkembang secara turun-temurun, khususnya dalam bidang pertanian masyarakat Nagari. “Kami mengidentifikasi dan menelusuri berbagai praktik sains yang dilakukan masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan citra ilmiah yang bersumber dari praktik lokal dan menjadikannya sebagai kekuatan literasi serta inovasi,” ujarnya.

Terdapat tiga output utama dari kegiatan ini, yakni:

1. Delapan buku ber-ISBN bertema pengetahuan lokal nagari.
2. Pustaka Tani, yang berfungsi sebagai pusat arsip tulisan dan ruang literasi masyarakat.
3. YouTube Channel sebagai wadah arsip digital berbagai dokumentasi praktik pertanian, pengetahuan lokal, dan kegiatan pemberdayaan.

Seluruh karya tersebut merupakan hasil ko-kreasi antara petani, kelompok usaha, pemuda, serta dosen Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.



Acara ini turut dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, wali nagari dan perangkat nagari, kelompok tani, kelompok usaha, komunitas petani milenial Agro Muda Kreatif, mahasiswa, serta guru-guru SMP Negeri 2 Kamang Magek.

Bupati Agam, Benny Warlis, M.M, yang berhalangan hadir, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap lahirnya Pustaka Tani. Ia berharap fasilitas ini dapat berkembang menjadi pusat literasi pertanian organik di Nagari Kamang Tangah Anam Suku.

Sementara itu, Sentot Wahono, SP., M.Si, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan meski wilayah Agam sedang dilanda hujan ekstrem. “Alhamdulillah, tanpa mengurangi makna penyebarluasan sains dan ilmu pengetahuan ini, kegiatan tetap dapat kita jalankan. Sebab tugas kita sebagai akademisi adalah menyebarluaskan pengetahuan melalui tridarma,” ujarnya.

Peresmian Pustaka Tani ini diharapkan menjadi momentum penting bagi penguatan literasi, dokumentasi praktik pertanian lokal, serta peningkatan kapasitas komunitas melalui pemanfaatan sains dan teknologi berbasis kearifan lokal.